Lirik Lagu Nias Baloi Khou Matiri
Sesuai dengan judul lagunya "baloi khou matiri", lagu ini mengisahkan seseorang yang merasa pasrah karena hubungan dengan sang kekasih tak bisa dilanjut ke jenjang pernikahan. Bukan karena keduanya tak saling sayang / cinta, namun ada banyak yang jadi penghalang salah satunya karena sang ayah tak akan pernah memberi restu bila yang melamar bukanlah seorang perawat.
Seakan tak berdaya, bingung mau harus mau gimana lagi, berbagai cara sudah dilakukan, namun orang tua tetap berdalih, haruslah perawat baru bisa diterima.
Oleh karena si pria menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang perawat (matiri), akhirnya dia pun memutuskan untuk mundur, untuk apa melamar bila ujung-ujungnya ditolak, berpisah adalah jalan yang terbaik, memberi kesempatan kepada kekasih untuk menunggu sampai ada perawat yang mau melamarnya, seperti permintaan sang ayah.
Lagu ini tepat dinyanyikan saat pesta pernikahan atau acara-acara syukuran. Lagu ini biasanya dibawakan oleh kaum remaja yang berstatus masih lajang.
Baloi khõu matiri bila diterjemahkan ke versi bahasa Indonesia artinya adalah kamu tunggu saja seorang perawat
Baloi Khou Matiri
Tenga bõrõ ndra'o nakhi tenga wa lõ fa'omasi
Tenga wa lõ uo'ozui wanataõgõ waomasi
Oya zimõi zamabali oya zimõi tahi-tahi
Enaõ enaõ dõdõda lõ omasi fabali
U bõzi dõdõ fa'alai alai wa lõ harazaki
Hadia lalagu wanga’i tõdõ zatua solomasi
Amada khõu wa'amui abe’e hõgõ odangi
Lõ itehe naso zimõi na tenga matiri
#Reff#
U’ila ndra'odo nakhi wa tenga matiri
Andrõ uwuwudo furi wa lõ uo’ozui
Hadia guna ube’e li na satua mõ lõ omasi
Sõkhi yaita fabali baloi khõu matiri
Pesan yang bisa kita ambil dari lagu ini yaitu:
- Orang tua pasti mengharapkan pasangan yang terbaik buat anaknya, karena mereka tidak mau anaknya hidup sengsara kedepan.
- Jangan paksakan kehendak untuk menerima pria yang sudah jujur kepadamu bagaimana kehidupannya, bagaimana kondisi dia sehari-harinya. Terkecuali kamu sudah berprinsip untuk menerima dia apa adanya, dan kalian siap memulai dari 0 hingga kalian bisa hidup bahagia nantinya.

Post a Comment